Juma (ladang) ini, sebenarnya berada di sippang haranggaol, Nagori Sipinggan Kecamatan Purba. Namun sedari dulu, GKPS menyebutnya Juma Hinalang. Ini adalah bagian pengembangan Biro Usaha GKPS, diantara nya HJT (Haroan Juma Tiga), Pasar Sayur Murah. Dahulu Juma Hinalang dikontrakan pada pihak ke III ladang ini seluas +/- 7 hektar ini.
Kemarin, 21 Januari 2025 Biro Usaha GKPS dengan sukacita telah meresmikan Rumah dan Gudang baru yang dibangun. Peresmian ini dilakukan oleh Ephorus GKPS, Bapak Pdt. Dr. Deddy Fajar Purba, dalam sebuah acara yang penuh makna. Turut hadir dalam peresmian ini, para Pendeta GKPS dan Fulltimer dari Resort Simpang Hinalang, Pdt. Rameyana Damanik dan Resort Gajapokki Pdt. Bungaran Damanik, serta Kepala Biro Keuangan GKPS, Pdt. Krosbin Saragih, dan Kepala SPI, Pdt. Nolden Lingga.
Acara ini juga menjadi momen kebersamaan dengan mengadakan paulak tukang sebagai bentuk apresiasi kepada para pekerja yang telah berdedikasi membantu menyelesaikan pembangunan rumah ini.Dengan peresmian rumah dan Gudang ini akan menjadi bagian terintegrasi untuk pemajuan GKPS baik SDM lintas depatement dan kuria, melalui pemanfaatan ruang pertemuan dan pelatihan peningkatan kapasitas khususnya pertanian, dan mendukung juga rencana blue print Juma Hinalang menjadi sentra Kopi berikut pengolahan nya , hulu-hilir, serta menjadi agrowisata di beberapa tahun yang akan datang. Soli Deo Gloria!
“Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi”
Berikut beberapa Momen untuk Peresmian Rumah dan Gudang Juma Hinalang :
Pematangsiantar, 12 Januari 2025 – Kabar gembira bagi seluruh pelanggan setia Pasar Murah Sayur & Buah by GKPS! Mulai Selasa, 14 Januari 2025, pasar murah ini akan hadir dengan wajah baru yang lebih segar, menarik, dan tentunya menawarkan pelayanan yang lebih maksimal. Transformasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih baik sekaligus mendukung petani lokal.
Apa yang baru?
Jam Operasional Baru: Pasar akan buka lebih pagi, mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.30 WIB, agar pelanggan memiliki lebih banyak waktu untuk berbelanja.
Harga Lebih Murah: Sayur dan buah akan dijual dengan harga yang semakin terjangkau, sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan produk berkualitas dengan harga terbaik.
Produk Lebih Segar dan Menarik: Semua produk yang dijual dipastikan segar dengan tampilan yang lebih menarik.
Hasil Usaha Jemaat Lokal: Sebagian besar sayur dan buah berasal langsung dari hasil usaha jemaat GKPS di daerah Simalungun Atas, mendukung produk lokal dan memperkuat perekonomian jemaat.
Mohon Maaf atas Ketidaknyamanan Sementara Kami memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Masa persiapan ini kami manfaatkan untuk memastikan bahwa layanan dan produk yang kami berikan akan lebih memuaskan di masa mendatang.
Dukung dan Beri Masukan untuk Kemajuan Bersama Kami sangat menghargai dukungan, kritik, dan saran dari para pelanggan. Hal ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan demi kenyamanan dan kesejahteraan bersama.
Motto kami: “Pelanggan Sehat, Petani Sejahtera!”
Salam hangat, Biro Usaha GKPS
Mari bersama kita sukseskan wajah baru Pasar Murah Sayur & Buah by GKPS! Jangan lupa kunjungi kami pada 14 Januari 2025. Pastikan Anda menjadi bagian dari pengalaman belanja yang lebih baik dan mendukung produk lokal!
PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Replanting atau peremajaan kebun sawit merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keberlanjutan di industri sawit, sekaligus meningkatkan hasil kebun dan kualitas buah sawit tanpa membuka lahan baru. Peremajaan kebun sangat dianjurkan untuk dilakukan pada perkebunan kelapa sawit yang telah mencapai usia puncak, yaitu sekitar 25 tahun.
Biro Usaha GKPS sebagai pengelola beberapa unit usaha yang dimiliki GKPS termasuk di dalamnya unit usaha Juma Bolag (perkebunan sawit), telah menganalisa puluhan ribu pokok sawit yang ditanam di lahan seluas + 172 ha ini. Dari hasil analisis didapatkan satu kesimpulan untuk segera mengambil tindakan replanting agar hasil Juma Bolag meningkat dan dapat menopang pelayanan GKPS.
Hasil analisis tersebut mendapat persetujuan dari Pimpinan Sinode GKPS dan juga Majelis Sinode GKPS. Berbekal persetujuan dari Pimpinan Sinode GKPS, Biro Usaha yang dikepalai Pdt. Liharson Sigiro pun segera mengekseskusinya, dengan pembelian 22.500 batang bibit untuk mengganti puluhan ribu tanaman sawit yang sudah tidak produktif.
Mengingat maraknya pencurian bibit sawit muda di Bagan Batu, Biro Usaha GKPS tidak segera mengirim puluhan ribu bibit tersebut untuk di tanam di Juma Bolag GKPS. Sementara waktu keseluruhan bibit dirawat Pematang Siantar, tepatnya di kompleks kantor Sinode GKPS selama kurang lebih 14 bulan.
Di penghujung bulan Februari tahun ini rencana replanting pun dilanjutkan. Ribuan bibit sawit dikirim dari Pematang Siantar ke Kota Parit-Bagan Batu, Riau.
Menandakan dimulainya replanting Juma Bolag GKPS, pada Jumat (1/3/2024) pagi, Biro Usaha mengadakan Ibadah/Doa Penanaman Bibit Baru di Juma Bolag GKPS, yang dihadiri antara lain: Pimpinan Sinode GKPS -Ephorus Pdt. Dr. Deddy Fajar Purba beserta ibu, dan Sekjend Pdt. Dr. Paul Ulrich Munthe beserta ibu-, Praeses GKPS Distrik VI Pdt. Karmen Sipayung beserta ibu, Kepala Biro Usaha GKPS Pdt. Liharson Saragih, Kepala Bagian Humas GKPS Pdt. Bima Gustav Saragih, Kepala Bagian Juma Bolag St. Hotman Damanik, ST, Pdt. Roberton Damanik, Pendeta GKPS Resort Bagan Batu Pdt. Julinardo Sinaga, PMJ GKPS Bagan Batu St. Jhon Relisman Damanik (Ketua/Pengantar Jemaat), PMJ GKPS Estomihi St. Jamiksan Saragih (Ketua/Pengantar Jemaat).
Penanaman bibit sawit tidak dilakukan terpisah dengan ibadah. Setelah firman Tuhan dibacakan oleh Pdt. Karmen Sipayung, dilanjutkan dengan penanaman 13 batang bibit sawit, yang diawali Ephorus GKPS dan ibu, kemudian Sekjend GKPS dan ibu, Praeses GKPS Distrik VI dan ibu, dan bibit yang ke-13 ditanam oleh konsultan.
Sekjend GKPS memimpin doa syafaat di ibadah ini. Di dalam doanya, Sekjend memohon kepada Tuhan agar proses replanting berjalan lancar, dan bibit yang ditanam bertumbuh serta menghasilkan buah yang baik. Hal lainnya yang turut didoakan adalah pengusutan kasus pembakaran satu unit rumah dan satu unit kendaraan roda empat milik Biro Usaha GKPS, yang kini masih dalam tahap penyelidikan oleh Polda Riau.
Setelah ibadah ditutup dengan doa oleh Ephorus GKPS, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang santai bersama Pimpinan Sinode GKPS. Di kesempatan inilah Pdt. Liharson Sigiro menginformasikan kondisi terkini di Juma Bolag, diantaranya rencana Polda Riau yang akan menerjunkan tim forensic untuk melakukan investigasi di lokasi TKP Kebakaran, proses replanting yang dikerjakan secara bertahap dengan teknik underplanting, serta areal Juma Bolag GKPS yang sudah bersih dari belukar dan lalang.
“Sadarion ipungkah hita replanting tahap pertama, na ija 11.000 ribu batang ma na isuan hita, janah tahap paduahon manuan 11.500 batang nari. Ase ulang ganggu produksi buah sawitta, proses replanting na ipakei hita aima teknik underplanting” ucap Pdt. Liharson Sigiro.
Sekjend GKPS mengangguk, tanda mengiakan informasi yang disebut Pdt. Liharson Sigiro. “Memang adong perbedaan suasana dob masuk hita hu juma bolag on, lebih segar dan nyaman halani borsih humbani belukar dan lalang. Berkaitan pakon replanting, memang beui do usia ni sawitta na lansia. Na terakhir penanaman tahun 2012,dob ai lang ongga be. Iaraphon hita ase proses replanting mardalan dear, janah tonggota ompat tahun nari pohon sawit na isuan hita on marbuah na dear”, terang Pdt. Paul Ulrich Munthe.
Diakhir bincang-bincang santai dan sebelum makan bersama, Ephorus GKPS menaruh harapan, dengan dilakukannya replanting kelapa sawit di Juma Bolag GKPS, di tahun-tahun yang akan datang hasil produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat, dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung dan menopang pelayanan GKPS secara umum.
“Banggal tumang do tanggungjawab horja ta sadarion janah porlu dukungan humbani haganup komponen na adong i GKPS on. Tontu riap ma hita mengambil peran laho mengawasi ampa dihut menopang ibagas tonggo halani buahni horja ta on bermanfaat laho mendukung ampa menopang pangidangionni GKPS hu lobeianni ari on”, ucap Pdt. Dr. Deddy Fajar Purba mengakhiri. (bgs/hks)
Upaya untuk mengadakan tanah wakaf GKPS tak pernah berhenti diseriusi oleh Pimpinan Majelis Jemaat GKPS yang berada disekitar Pematang Siantar bersama GKPS lewat Biro Usahanya. Setelah mengadakan beberapa kali pertemuan dan rapat dengan Pimpinan Majelis Jemaat GKPS yang ada disekitar Pematangsiantar, kali ini GKPS melalui Biro Usaha dengan mantap menggandeng keluarga bapak Alpidin Simarmata untuk melepas lahan miliknya seluas 14.280 m2, yang berlokasi di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar, yang nantinya akan diperuntukan sebagai tanah wakaf GKPS.
Kerja keras GKPS lewat Pimpinan Majelis Jemaat yang berada disekitar Pematangsiantar bersama Biro Usaha membuahkan hasil. Pada Rabu (26/6/2024) siang keluarga Alpidin Simarmata beserta istri Inang br. Purba menyambangi kantor Sinode GKPS, Jl. Pdt. J. Wismar Saragi 23, Pematang Siantar. Setibanya di Kantor Sinode GKPS, bapak Alpidin dan istri segera menuju ke ruang rapat kantor Sinode GKPS, dan bertemu dengan Pimpinan Sinode (Sekjend) GKPS Pdt. Dr. Paul Ulrich Munthe.
Sebelum perbincangan dibuka, Kepala Biro Keuangan Pdt. Krosbin Saragih, S.Th memimpin doa pemmbuka dan kemudian dilanjutkan dengan bincang-bincang santai.
Setelah beberapa menit perbincangan, bapak Alpidin Simarmata dan istri menyampaikan kesepakatan dan kesediaan mereka untuk menjual tanah bersertifikat miliknya kepada GKPS dengan sistem cicil selama setahun.
Keseriusan ini pun tertuang dalam surat Perjanjian Pembayaran Tanah atas nama Alpidin Simarmata dari Pimpinan Sinode GKPS kepada bapak Alpidin Simarmata.
Dalam perjanjian ini disebutkan tanah seluas 14.280 m2 milik bapak Alpidin dihargai sebesar Rp.1.856.400.000 (satu miliar delapan ratus lima puluh enam juta empat ratus ribu). Lebih lanjut dalam surat perjanjian disampaikan, kedua belah pihak bersepakat pembayaran dilakukan dengan 10 tahapan, diawali pemberian Down Payment (DP) atau yang dikenal dengan istilah uang muka pada saat penandatangan Perjanjian Pembayaran Tanah, kemudian pada tahap kedua sampai kesembilan, dan pelunasan disepakati pada 26 Mei 2025.
Besaran pembayaran setiap tahapnya hingga pelunasan, sudah diaturkan bersama oleh kedua belah pihak yang tertuang dalam surat perjanjian.
Surat perjanjian pembayaran tanah tersebut pun kemudian ditandatangani oleh kedua pihak. Pihak pertama ditandatangani bapak Alpidin Simarmata dan pihak kedua ditandatangani Pimpinan Sinode GKPS (Sekjend) Pdt. Dr. Paul Ulrich Munthe. Hadir sebagai saksi perjanjian yang turut membubuhkan tanda tangannya Pdt. Liharson Sigiro, S.Th dan Krida Br. Purba.
Mengakhiri pertemuan ini, Kepala Biro Administrasi Pdt. Sarinus Sipayung, S.Th menutup di dalam doa.
Penandatanganan Perjanjian Pembayaran Tanah yang telah dilakukan Rabu siang itu menjadi awal yang baik untuk meneruskan kerja sama dengan sekitar 12 Gereja GKPS yang ada disekitar Pematang Siantar, yang warganya merindukan adanya tanah wakaf GKPS. Direncanakan pada Senin (1/7/2024) siang, Biro Usaha kembali menggelar rapat bersama Pimpinan Majelis Jemaat GKPS disekitar Pematangsiantar, dengan agenda membahas program kerja lanjutan untuk tanah wakaf ini, khususnya dalam pencarian dana investor (penabung) dari jemaat selama dua (2) tahun dengan jasa 0,35% per bulan.
Melalui berita ini, kami juga memotivasi jemaat GKPS yang mau ikut serta berdiakonia lewat usaha-usaha GKPS. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi saudara Wiranata Saragih di nomor 0822-1911-5116. (bgs/hks)
GKPS Rindung Resort Lokung Raya telah membentuk kelompok usaha “Sapangambei Manoktok Hitei”. Kelompok usaha ini merupakan kelompok dampingan Praeses GKPS Distrik II Pdt. Erni Julianti Purba, M.Th dan Kepala Biro Usaha GKPS Pdt. Liharson Sigiro serta beberapa Pendeta dan Penginjil GKPS.
Secara organisasi, kelompok usaha ini sudah memiliki kepengurusan, yakni: St. Lepson Purba sebagai Ketua, Deddy Hotdiaman Purba sebagai Wakil Ketua, Sekretaris St. Polen Purba, Wakil Sekretaris St. Jon Triono Damanik, dan Mex Simarmata sebagai Bendahara.
Sejak tahun 2022, Sapangambei Manoktok Hitei ini telah berhasil memproduksi gula semut berbahan nira atau aren, yang pemasarannya masih sangat terbatas.
Pemerintah Kabupaten Simalungun ternyata melirik produk kelompok usaha ini. Melalui Ketua Penggerak PKK Kabupaten Simalungun Ny. Radiapoh Ratnawati Sidabutar bersama dengan OPD terkait, kelompok usaha Sapangambei Manoktok Hitei mendapat kesempatan untuk dibina demi kelangsungan dan peningkatan produksi gula semut yang lebih baik lagi, serta ke depan memiliki izin produksi dan bersertifikasi halal, sebagai salah satu produk unggulan komoditi hasil UMKM dari bumi Simalungun.
Peluang baik ini pun ditangkap oleh kelompok usaha Sapangambei Manoktok Hitei. Melalui pengurus, diutuslah Benni Wanto Jamasi dan Jelly Wendi Saragih untuk mengikuti pembinaan yang dilangsungkan di Perdagangan, pada tanggal 2-7 Agustus 2023.
Harapan bahwa dengan keikutsertaan kelompok usaha Sapangambei Manoktok Hitei dalam pelatihan tersebut, dapat meningkatkan nilai produk gula semut, dan membawa dampak yang baik bagi warga jemaat, serta membantu pemasaran gula semut kepada masyarakat luas. (bgs/hks)
PEMATANG SIANTAR. GKPS.OR.ID. Pengadaan Tanah Wakaf GKPS merupakan salah satu program kerja Biro Usaha GKPS. Untuk merealisasikannya, Biro Usaha melibatkan para pemangku kepentingan di dalamnya, khususnya para Pimpinan Majelis Jemaat (PMJ) gereja GKPS yang berada di Pematang Siantar dan sekitarnya.
Pada Kamis (30/5/2024) siang, tepatnya pukul 14.00 WIB, Biro Usaha mengadakan rapat di BiUs Coffe Wisma Tuluy I Jl. Simanuk-manuk, Pematang Siantar, yang dibuka dalam doa oleh Pdt. Roberton Damanik. Setelah doa, Kepala Biro Usaha Pdt. Liharson Sigiro memimpin rapat tersebut.
Agenda rapat keempat ini fokus membahas tindak lanjut tanah wakaf khusus dalam hal permodalan yang mencakup teknis dan sistem, serta standar prosedur operasional yang akan diprogramkan di tanah wakaf GKPS.
Sebelas orang PMJ dari delapan gereja yakni GKPS Jl. Jend. Sudirman, GKPS Efrata, GKPS Diateitupa, GKPS Sauhur, GKPS Rambung Merah, GKPS Peniel, GKPS Pansur V, GKPS Estomihi hadir dan turut memberikan sumbangsih pemikiran sepanjang rapat yang digelar hingga sore pukul 17.00 WIB. Usulan terkait perbedaan harga warga GKPS dan non GKPS, perjanjian permodalan yang dinotariskan, dan pemasarannya menjadi masukan bagi Biro Usaha GKPS untuk mensegerakan pengadaan tanah wakaf GKPS ini.
Buah-buah pemikiran lainnya yang disampaikan para PMJ dan peserta rapat pun dicatat dengan baik oleh para staf Biro Usaha GKPS yang turut hadir dalam rapat tersebut. (bgs/hks)